PHINSIMEDIA.COM, PINRANG — Operasional Dapur Makanan Bergisizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, dikeluhkan para orang tua siswa setelah fasilitas yang selama ini menyediakan makanan bagi peserta didik tersebut berhenti beroperasi sejak Selasa, 25 November 2025 hingga Sabtu, 29 November 2025.
Ketiadaan aktivitas dapur yang melayani ribuan siswa itu selama hampir sepekan membuat banyak orang tua resah.
Orang tua merasa dirugikan karena kebutuhan konsumsi siswa yang biasanya ditanggung melalui program dapur harus ditanggung sepenuhnya oleh keluarga tanpa adanya penjelasan resmi dari pihak pengelola.
“Ini merugikan siswa dan kami sebagai orang tua. Tidak ada pemberitahuan sama sekali,” ujar salah seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Seorang guru di sekolah tersebut membenarkan kondisi itu. Ia menyebut dapur memang tidak beroperasi sejak tanggal yang dilaporkan. Namun, ia enggan memberikan rincian lebih lanjut terkait alasan penghentian layanan.
“Alasannya renovasi dapur,” ujarnya singkat.
Namun, informasi yang dihimpun menyebutkan, terjadi polemik di internal dapur. Permasalahan memuncak pada Senin malam, 24 November 2025. Sejumlah sarana dan prasarana dapur dikeluarkan dari lokasi.
Peralatan yang selama ini digunakan untuk memasak disebut-sebut dibawa kembali oleh pemiliknya.
“Katanya pemilik alat mengambil semua perlengkapan dapur, jadi tidak bisa beroperasi,” ungkap salah satu warga yang mengetahui kejadian tersebut.
Bidang Advokasi Pengurus Pusat Kesatuan Pelajar Mahasiswa Pinrang (PP-KPMP), Reski, menilai situasi tersebut menunjukkan lemahnya manajemen dan komunikasi pihak pengelola dapur terhadap publik, terutama kepada orang tua siswa karena dirugikan.
“Kami memandang penghentian layanan tanpa pemberitahuan resmi adalah bentuk kelalaian yang berdampak langsung pada hak siswa untuk mendapatkan layanan konsumsi yang layak. PP-KPMP mendesak pihak pengelola untuk segera memberikan klarifikasi terbuka serta menjamin layanan kembali berjalan,” ujar Reski.
Ia menambahkan bahwa pihaknya siap mengawal kasus ini jika tidak ada langkah perbaikan dalam waktu dekat.
“Kami akan turun melakukan advokasi jika situasi ini terus dibiarkan. Transparansi harus ditegakkan, dan setiap bentuk ketidakjelasan harus dibuka ke publik,” tegasnya.
Para orang tua berharap segera ada kejelasan agar layanan dapur dapat kembali berjalan dan tidak mengganggu aktivitas belajar siswa.
Comment