PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan hingga kini belum menunjukkan kejelasan.
Padahal, agenda strategis tersebut sebelumnya direncanakan berlangsung pada pekan ketiga Januari 2026.
Hingga Minggu (4/1/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Golkar Sulsel Muhidin M Said maupun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar belum memberikan petunjuk resmi terkait jadwal dan teknis pelaksanaan Musda.
Kondisi ini membuat kader di daerah berada dalam posisi menunggu tanpa kepastian.
“Belum ada. Masih menunggu jadwal dari DPP,” ujar Anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Rahman Pina.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Golkar Sulsel, Armin Toputiri.
Ia mengatakan seluruh kader Golkar di Sulsel belum dapat bergerak karena kepengurusan saat ini telah bersifat demisioner.
“Kami prinsipnya menunggu petunjuk dari Plt Ketua, karena kami semua sudah demisioner sebagai pengurus Golkar Sulsel,” kata Armin.
Sebelumnya, saat memimpin konsolidasi perdana pada 23 Desember 2025, Muhidin M Said menyatakan akan segera membentuk kepanitiaan Musda dan memastikan pelaksanaannya digelar di Kota Makassar.
Namun, hingga memasuki pekan pertama Januari 2026, pembentukan panitia maupun penetapan jadwal belum juga terealisasi.
Mandeknya kepastian Musda terjadi di tengah menguatnya dinamika politik internal Golkar Sulsel. Sejumlah nama mulai mengemuka dalam bursa calon Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Di antaranya Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, serta Bupati Soppeng Suwardi Haseng.
Di sisi lain, dukungan mayoritas pengurus DPD II kabupaten/kota disebut telah mengerucut ke Munafri Arifuddin atau Appi.
Ketua Golkar Makassar itu bahkan mengklaim telah mengantongi dukungan dari 19 DPD II Golkar se-Sulsel.
Meski demikian, tanpa kejelasan sikap dari DPP dan Plt Ketua Golkar Sulsel, seluruh dinamika tersebut masih menunggu keputusan resmi.
Para kader pun mengakui belum memiliki ruang manuver selain menanti aba-aba dari pusat.
Comment