Produksi Pertanian Pinrang Melejit 8,4 Persen, Efek Dominan 117 Proyek Infrastruktur Tani

PHINISIMEDIA.COM, PINRANG – Sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Pinrang sukses menunjukkan taji di sektor pertanian. Sepanjang tahun 2025, Pemkab Pinrang melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura berhasil merealisasikan 117 paket pekerjaan fisik yang berdampak langsung pada kantong petani.

Hasilnya pun fantastis. Produksi pertanian di “Bumi Lasinrang” tercatat mengalami kenaikan signifikan sebesar 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, mengungkapkan bahwa fokus pemerintahannya memang tertuju pada modernisasi infrastruktur pertanian. Baginya, petani tidak boleh lagi kesulitan hanya karena akses jalan yang rusak atau pengairan yang macet.

“Kami tidak ingin petani kita terbebani biaya tinggi hanya karena distribusi yang susah. Dengan 117 paket pekerjaan ini, mulai dari Jalan Usaha Tani (JUT) hingga irigasi, kita ingin memastikan setiap butir keringat petani terbayar dengan hasil panen yang maksimal dan biaya angkut yang lebih murah,” ujar Andi Irwan Hamid, Selasa (10/2/2026).

Fokus pada Akses dan Air Dari total paket pekerjaan tersebut, pembangunan JUT menjadi prioritas dengan 41 paket. Disusul dengan penguatan sektor pengairan yang mencakup Jaringan Irigasi Tersier Usaha Tani (JITUT), Irigasi Air Tanah (IAT), dan embung sebanyak 30 paket.

Bupati Irwan Hamid menambahkan, infrastruktur pengairan adalah “nyawa” bagi keberlanjutan sawah di Pinrang, terutama saat menghadapi tantangan perubahan iklim dan musim kemarau.

“Irigasi dan embung itu vital. Jika air tersedia sepanjang tahun, maka indeks pertanaman kita bisa naik. Petani tidak perlu lagi khawatir sawahnya kekeringan,” tambahnya.

Metode Alami Lewat RUBUHA Tak hanya fisik beton, Pemkab Pinrang juga menyentuh sisi ekologis dengan mengalokasikan 22 paket Rumah Burung Hantu (RUBUHA) untuk mengendalikan hama tikus secara alami.

“Intervensi pemerintah harus menyeluruh. Selain jalan dan air, hama juga kita tangani dengan metode ramah lingkungan lewat RUBUHA. Alhamdulillah, sinergi ini berujung pada kenaikan produksi 8,4 persen. Ini adalah kado untuk seluruh masyarakat tani di Pinrang,” pungkas Andi Irwan Hamid.

Capaian ini mempertegas posisi Kabupaten Pinrang sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang tidak hanya mengandalkan luas lahan, tetapi juga ketepatan kebijakan infrastruktur.

Comment