PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR — Suasana kebersamaan dan nilai-nilai kemanusiaan mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Hotel Claro Makassar pada 15 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pelaku usaha, operator pelabuhan, serta komunitas eksportir di Sulawesi Selatan.
Founder PT Raihan Perdana Abadi, Arief R. Pabettingi, mengatakan bahwa Ramadan adalah momentum penting untuk memperkuat hubungan kemanusiaan dan solidaritas di tengah dunia usaha yang dinamis.
“Bulan Ramadan adalah bulan penuh ampunan. Di dalamnya banyak makna yang tersimpan. Kita dituntut meningkatkan ibadah, memperkuat kepedulian sosial dan menjalin silaturahmi antar sesama. Dengan begitu, kita berharap Allah melimpahkan keberkahan dalam setiap langkah dan usaha kita,” ujar Arief.

Acara tersebut digagas oleh PT Raihan Perdana Abadi dan Raja Pindah, serta melibatkan jaringan pelaku ekspor yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 Makassar, Kepala Cabang Pelindo Makassar, serta Kepala Terminal Makassar New Port.
Menurut Arief, pertemuan seperti ini tidak hanya bernilai religius, tetapi juga memiliki makna strategis dalam membangun komunikasi dan sinergi antara pelaku usaha dan pengelola infrastruktur logistik.
Ketua GPEI Sulselbar ini menegaskan bahwa sektor ekspor dan logistik membutuhkan hubungan yang kuat antar pelaku usaha, operator pelabuhan, serta organisasi bisnis agar tercipta ekosistem perdagangan yang lebih efisien dan kompetitif.
“Silaturahmi di bulan Ramadan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh bisnis semata, tetapi juga oleh hubungan baik antar manusia, kepercayaan, dan kebersamaan,” tambahnya.
Acara buka puasa bersama berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi ringan, memperluas jaringan kerja sama, serta memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pertumbuhan sektor ekspor dan logistik di kawasan timur Indonesia.
Comment