Wali Kota Makassar Dorong Academic Health Center UMI Jadi Model Layanan Terintegrasi

Screenshot

PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong penguatan peran Academic Health Center (AHC) Universitas Muslim Indonesia (UMI) sebagai model layanan kesehatan terintegrasi.

Model ini diharapkan mampu menghubungkan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan yang berorientasi langsung pada kebutuhan masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Munafri saat menerima silaturahmi pimpinan UMI dan pengelola AHC-UMI di Ruang Wali Kota Lantai 2, Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (8/1/2026).

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar memperkuat jejaring dan kualitas layanan kesehatan melalui kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi.

Dalam pertemuan itu, dibahas penguatan konsep Academic Health Center sebagai model integrasi layanan kesehatan yang berorientasi pada pelayanan publik.

Ini sekaligus pengembangan Interprofessional Education (IPE) atau pendidikan kolaboratif lintas profesi kesehatan.

Munafri menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi merupakan fondasi penting dalam membangun sistem kesehatan kota yang lebih terintegrasi, responsif, dan berkelanjutan.

“Dengan senang hati kami menyambut kolaborasi ini. Artinya, kami juga akan menitipkan beberapa program pemerintah agar bisa langsung menyentuh masyarakat paling bawah,” ujar Munafri.

Menurutnya, melalui pendekatan IPE, mahasiswa dan tenaga kesehatan dari berbagai disiplin ilmu dapat dilibatkan secara langsung di lapangan sejak dini.

Sehingga layanan kesehatan yang diberikan menjadi lebih holistik dan efektif.

Kolaborasi ini juga diharapkan mampu memperkuat peran Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Munafri menekankan agar Puskesmas tidak hanya berfokus pada pelayanan di dalam gedung, melainkan lebih aktif menjangkau masyarakat.

Ia juga menyoroti sejumlah persoalan kesehatan utama di Kota Makassar yang membutuhkan penanganan kolaboratif, seperti stunting, tuberkulosis (TBC), dan HIV yang masih menjadi tantangan serius.

“Persoalan stunting tentu harus kita selesaikan bersama-sama. Begitu juga TBC yang angkanya cukup tinggi, termasuk HIV. Ini semua butuh sentuhan langsung ke tengah masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Munafri mengingatkan potensi meningkatnya berbagai penyakit pasca musim hujan, sehingga kehadiran tenaga kesehatan di lapangan dinilai sangat krusial.

Dalam rangka memastikan efektivitas program, Wali Kota meminta Dinas Kesehatan Kota Makassar merespons kerja sama ini secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh Puskesmas.

“Yang saya butuhkan nanti adalah laporan dari setiap Puskesmas, bagaimana kegiatan dilakukan, bagaimana peran mahasiswa di lapangan,” tuturnya.

Ia berharap hasil kegiatan KKN Profesi dan Interprofessional Education yang dijalankan bersama UMI dapat dilaporkan secara sistematis kepada Pemerintah Kota Makassar sebagai bahan evaluasi peningkatan kualitas layanan kesehatan.

“Setelah kegiatan selesai, kami butuh report. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami untuk memperbaiki kualitas layanan Puskesmas. Ini bagian dari kerja sama kami dengan universitas,” pungkasnya.

Comment