Ketua GPEI Sulselbar Arief Pabettingi Jajaki Pasar China, Apresiasi Fasilitasi Bank Mandiri Shanghai

PHINISIMEDIA. COM, TANGERANG – Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Arief R. Pabettingi, memanfaatkan ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 untuk menjajaki peluang ekspor komoditas coconut charcoal atau arang kelapa ke pasar China melalui kegiatan business matching dengan buyer dari Shanghai.

Kegiatan yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, pada 14–18 September 2026 tersebut difasilitasi oleh Bank Mandiri Shanghai sebagai bagian dari upaya mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon mitra dagang internasional.

Dalam kegiatan ini, Arief hadir mewakili perusahaannya, PT Raihan Cipta Abadi, sekaligus menjalankan perannya sebagai Ketua DPD GPEI Sulselbar dalam mendorong perluasan pasar ekspor bagi pelaku usaha Indonesia.

Arief menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Mandiri Shanghai atas fasilitasi yang diberikan sehingga pertemuan bisnis dengan calon pembeli dari China dapat terlaksana.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bank Mandiri Shanghai yang telah memfasilitasi kegiatan business matching ini. Fasilitasi seperti ini sangat berarti bagi eksportir Indonesia untuk membuka komunikasi langsung dengan calon buyer, menjajaki peluang kerja sama, dan memperluas akses pasar internasional,” ujar Arief.

Menurutnya, keterlibatan GPEI dalam forum perdagangan internasional merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk mendorong peningkatan ekspor nasional, termasuk membuka kesempatan bagi komoditas unggulan daerah agar semakin dikenal di pasar global.

GPEI Sulselbar Dorong Perluasan Pasar Ekspor

Wakil Ketua Umum DPP ALFI/ILFA Bidang Kepabeanan dan Fiskal menilai China merupakan salah satu pasar yang penting untuk dijajaki oleh eksportir Indonesia. Karena itu, pertemuan dengan buyer dari Shanghai menjadi kesempatan untuk mengenalkan potensi komoditas coconut charcoal sekaligus membangun komunikasi bisnis yang dapat ditindaklanjuti.

Sebagai Ketua GPEI Sulselbar, ia menekankan bahwa perluasan pasar ekspor membutuhkan kolaborasi antara asosiasi, perbankan, eksportir, dan berbagai pemangku kepentingan perdagangan internasional.

“GPEI Sulselbar terus mendorong pelaku usaha untuk berani menjajaki pasar baru. Potensi produk kita perlu diikuti dengan kesiapan kualitas, kontinuitas pasokan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan buyer. Dengan dukungan serta kolaborasi berbagai pihak, peluang ekspor dapat terus dikembangkan,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan business matching tidak hanya menjadi ruang pertemuan, tetapi juga sarana untuk memahami kebutuhan pasar, membangun kepercayaan, dan menjajaki peluang perdagangan secara lebih terarah.

Sinergi Perdagangan dan Logistik

Selain memimpin GPEI Sulselbar, Arief juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Bidang Fiskal dan Kepabeanan.

Pengalaman tersebut membuatnya menempatkan kesiapan logistik dan kepabeanan sebagai bagian penting dalam pengembangan perdagangan internasional. Menurutnya, peluang yang diperoleh melalui pertemuan bisnis perlu diikuti dengan kesiapan dokumen ekspor, perhitungan biaya pengiriman, kepastian pasokan, serta pemenuhan persyaratan perdagangan negara tujuan.

“Memperluas pasar harus berjalan seiring dengan kesiapan logistik dan kepabeanan. Eksportir perlu memastikan seluruh proses dapat berjalan secara efisien agar produk Indonesia mampu bersaing di pasar internasional,” jelasnya.

“Ada beberapa komoditas kita yang bisa di ekspor ke China, seperti sea food , rempah-rempah, dan porang,” lanjutnya.

Melalui partisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2026, Arief berharap penjajakan pasar coconut charcoal dengan buyer Shanghai dapat membuka peluang kerja sama lebih lanjut bagi PT Raihan Cipta Abadi sekaligus menjadi bagian dari upaya GPEI Sulselbar memperluas jejaring perdagangan dan meningkatkan daya saing ekspor Indonesia.

Ia juga mengapresiasi peran Bank Mandiri Shanghai dalam menjembatani komunikasi bisnis tersebut dan mendorong agar kolaborasi antara lembaga keuangan, asosiasi eksportir, dan pelaku usaha terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan ekspor nasional.

Comment