Sajikan Tari Tradisional Hingga Fashion Show Wastra, Attayang Sunset Makin Diminati Daerah Luar

PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR – Pentas seni dan budaya Attayang Sunset di Anjungan Pantai Losari kembali memukau ratusan warga dan wisatawan yang memadati ikon Kota Makassar tersebut, Sabtu (12/9/2026). Menghadirkan tarian tradisional Bugis-Makassar hingga peragaan busana (fashion show) dewasa dan cilik bertema wastra daerah, gelaran ini terbukti makin diminati dan menarik perhatian hingga ke luar Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung menikmati suasana sore bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa. Tampil kasual dan santai, keduanya menyatu bersama masyarakat serta didampingi oleh Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari.

Diisinya ruang publik dengan kolaborasi seni dan panorama matahari terbenam menjadikan Attayang Sunset sebagai daya tarik tersendiri. Munafri menilai kegiatan ini tak sekadar ajang hiburan, melainkan panggung penting pelestarian budaya.

“Attayang Sunset bukan hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan seni, budaya, pariwisata, dan masyarakat,” ungkap Munafri.

Pelaksanaan kali ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Kota Makassar bersama Pemerintah Kabupaten Barru. Kehadiran ragam pertunjukan musik tradisional, cerita rakyat, hingga busana wastra nusantara sukses memikat antusiasme penonton dari berbagai kalangan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, A. Hendra Hakamuddin, menyampaikan bahwa Attayang Sunset terus berkembang secara organik sebagai ruang pertukaran dan promosi budaya lintas daerah.

“Attayang Sunset saat ini sudah menjadi perhatian bukan saja dari masyarakat Kota Makassar, tapi beberapa daerah di luar,” terang Hendra.

Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan Sulawesi Tenggara dan kini Kabupaten Barru, Pemkot Makassar berencana memperluas jangkauan kerja sama budaya ke provinsi lain di luar Pulau Sulawesi, seperti daerah di Pulau Jawa.

Saat ini, Attayang Sunset digelar rutin satu kali setiap bulan. Melihat tingginya minat masyarakat dan wisatawan, pihak dinas pariwisata berharap kegiatan pariwisata berbasis kebudayaan ini ke depannya dapat diselenggarakan secara mingguan.

Comment