PHINISIMEDIA.COM, YOGYAKARTA — Kunjungan kerja DPRD Kabupaten Gowa pada 23–26 Februari 2025 ke Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya berfokus pada penguatan fungsi pengawasan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai spiritual di bulan suci Ramadan.
Wakil Ketua DPRD Gowa dari Fraksi Gerindra, Hasrul Abdul Rajab (HAR), menjelaskan bahwa Komisi II dan Komisi IV melakukan studi tiru terkait peran DPRD dalam pengawasan dan pengelolaan retribusi pariwisata.
Komisi II melaksanakan kunjungan ke DPRD Kabupaten Bantul dan DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mendalami strategi peningkatan PAD melalui sektor pariwisata.
Sementara itu, Komisi IV melakukan kunjungan ke DPRD Kota Yogyakarta dan dilanjutkan ke DPRD Kabupaten Sleman guna mempelajari praktik tata kelola dan pengawasan retribusi wisata yang efektif dan transparan.
“Kami ingin memastikan bahwa sektor pariwisata di Kabupaten Gowa bisa dikelola secara optimal, transparan, dan memberi kontribusi nyata bagi peningkatan PAD,” ujar Hasrul.
Namun demikian, di tengah padatnya agenda kunjungan kerja, rombongan DPRD Gowa tidak melupakan kewajiban ibadah Ramadan. Hasrul menyampaikan bahwa setiap waktu salat, para anggota DPRD berupaya hadir berjamaah di masjid sekitar tempat menginap.
“Di sela-sela kunjungan, dalam Ramadan ini kami tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk beribadah berjamaah, termasuk salat Subuh di masjid depan hotel,” ungkapnya.
Karena konsistensi tersebut, pengurus Masjid Gading Baru memberikan kesempatan kepada rombongan untuk mengisi kultum Subuh. Amanah itu diwakili oleh H. Mappasomba Amir Dg Sila.
Dalam tausiyahnya, H. Mappasomba Amir mengajak jamaah untuk meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial, sekaligus mendoakan masyarakat Kabupaten Gowa yang tengah terdampak bencana banjir agar diberi kekuatan dan keselamatan.
HAR menegaskan bahwa kunjungan ini bukan hanya memperkuat kapasitas kelembagaan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi ruang refleksi spiritual.
“Ramadan mengajarkan kami bahwa tugas sebagai wakil rakyat bukan hanya soal kebijakan dan pengawasan anggaran, tetapi juga tanggung jawab moral dan spiritual untuk selalu menghadirkan nilai-nilai keimanan dalam setiap pengabdian,” tutupnya.
Comment