Musda Golkar Sulsel Tertunda, Peta Kandidat Makin Menghangat

PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan kembali mengalami penundaan. Dinamika ini tak hanya soal jadwal, tetapi juga membuka ruang kontestasi politik internal yang kian menghangat.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Golkar Sulsel, Muhidin M Said, memastikan Musda belum dapat digelar pada akhir Maret 2026. Ia menyebut padatnya agenda Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, menjadi faktor utama penundaan.

“Ketum masih padat jadwalnya, saat ini mendampingi Presiden ke Jepang dan Korea,” ujar Muhidin.

Diketahui, Prabowo Subianto tengah melakukan kunjungan kerja ke Jepang dan Korea Selatan pada 29 Maret hingga 2 April 2026, yang turut diikuti sejumlah menteri, termasuk Bahlil.

Muhidin menegaskan, penentuan jadwal Musda sepenuhnya berada di tangan DPP Golkar. Karena itu, pihaknya di daerah memilih menunggu arahan resmi dari pusat.

“Kita menunggu saja waktu ketum,” tambahnya.

Konsolidasi Jalan, Kontestasi Menguat

Meski jadwal belum pasti, konsolidasi internal partai tetap berjalan. Muhidin mengaku telah membentuk struktur kepengurusan sementara dan aktif melakukan safari politik ke DPD II kabupaten/kota untuk memastikan kesiapan kader.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga soliditas partai di tengah meningkatnya tensi jelang Musda.

Sinyal kontestasi juga semakin jelas. Dalam pernyataannya, Bahlil Lahadalia sempat menyinggung dinamika internal dengan memperkenalkan dua figur kuat yang diperkirakan akan bertarung.

Yakni Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan eks Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin.

Banyak Nama Mulai Bermunculan

Selain dua nama tersebut, sejumlah figur lain juga mulai disebut dalam bursa calon Ketua Golkar Sulsel. Di antaranya Adnan Purichta Ichsan, Andi Ina Kartika Sari, hingga Rahman Pina.

Munculnya banyak kandidat menunjukkan bahwa Musda kali ini berpotensi menjadi arena pertarungan terbuka, sekaligus penentu arah kekuatan politik Golkar di Sulawesi Selatan ke depan.

Saat ini, kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel masih dipegang oleh pelaksana tugas pasca berakhirnya masa jabatan Taufan Pawe. Dalam kapasitasnya, Muhidin diberi mandat untuk menyiapkan seluruh tahapan Musda.

Menanti Momentum Politik

Penundaan Musda justru memberi ruang bagi para kandidat untuk memperkuat basis dukungan di internal partai. Di sisi lain, keputusan akhir tetap bergantung pada dinamika di tingkat DPP.

Dengan konsolidasi yang terus berjalan dan peta kandidat yang semakin terbuka, Musda Golkar Sulsel diprediksi menjadi salah satu kontestasi politik daerah paling menarik tahun ini.

Comment