PHINISIMEDIA.COM, PINRANG — Perum Bulog Cabang Pinrang memperkuat pengawasan berlapis terhadap kualitas beras bantuan pangan untuk memastikan masyarakat penerima memperoleh beras yang layak dan bermutu.
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyerapan hasil panen petani, pengelolaan stok di gudang, proses pengolahan hingga pemeriksaan menjelang penyaluran kepada masyarakat.
Kepala Cabang Bulog Pinrang Faizal Jafar mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Bulog untuk menjaga kualitas beras bantuan pangan sekaligus memastikan proses distribusinya berjalan sesuai ketentuan pemerintah.
Hal itu disampaikan Faizal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kabupaten Pinrang, Rabu (7/10/2026).
“Setiap penyaluran kami selalu melakukan monitoring dan evaluasi untuk menjaga kualitas beras bantuan pangan,” kata Faizal.
Menurut dia, beras yang saat ini dikelola Bulog Pinrang berasal dari hasil serapan petani dan merupakan beras kualitas medium dengan derajat sosoh sekitar 95 persen.
Upaya menjaga kualitas tersebut berjalan beriringan dengan optimalisasi penyerapan hasil panen petani lokal. Bulog terus mengefektifkan pemanfaatan mesin penggilingan yang tersedia di Kabupaten Pinrang untuk mendukung pengelolaan hasil panen.
“Untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani, kami terus mengefektifkan penggunaan mesin penggilingan yang ada di Kabupaten Pinrang,” ujarnya.
Pengawasan Berlapis hingga Gudang
Faizal menjelaskan, pengelolaan beras di Bulog Pinrang dilakukan melalui sejumlah tahapan yang saling terintegrasi. Mulai dari penyerapan, penyimpanan, perawatan, pengolahan hingga penyaluran, seluruh proses dilaksanakan berdasarkan instruksi dan ketentuan pemerintah.
Di tingkat gudang, Bulog Pinrang menerapkan prinsip First Expired First Out (FEFO). Melalui sistem ini, stok yang lebih dahulu mendekati masa kedaluwarsa menjadi prioritas untuk disalurkan.
Pemeriksaan kualitas juga dilakukan secara khusus menjelang distribusi. Bulog melakukan pengecekan beras sekitar 10 hari sebelum disalurkan kepada masyarakat penerima.
“Demi menjaga kualitas, kami selalu melakukan pemeriksaan beras 10 hari sebelum penyaluran kepada masyarakat penerima,” kata Faizal.
Tidak berhenti pada pengawasan internal, Bulog Pinrang juga membuka ruang evaluasi terhadap laporan atau keluhan masyarakat terkait kualitas beras yang diterima.
Faizal memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melakukan penggantian apabila ditemukan persoalan kualitas pada beras yang diterima konsumen.
Desa Dilibatkan Periksa Sampel
Untuk semakin memperkuat pengawasan di tingkat penerima, Bulog Pinrang juga menyiapkan prosedur operasional standar (SOP) baru dalam proses penyaluran bantuan pangan.
Salah satu mekanisme yang akan diperkuat adalah pemeriksaan sampel beras sebelum dibagikan kepada masyarakat.
“Pihak desa nantinya diwajibkan memeriksa sampel lima hingga 10 karung beras sebelum dibagikan untuk memastikan kualitasnya,” tuturnya.
Pelibatan pemerintah desa tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pengawasan bersama sehingga kualitas beras dapat dipastikan sebelum bantuan diterima masyarakat.
Sementara untuk menjaga kualitas selama berada di gudang, Bulog Pinrang melakukan perawatan stok secara rutin. Pengendalian hama dilakukan melalui penyemprotan setiap bulan serta fumigasi secara berkala setiap tiga bulan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi stok selama masa penyimpanan sehingga beras tetap memenuhi standar kualitas ketika didistribusikan kepada masyarakat.
Penyaluran Juli-September Tuntas 100 Persen
Dari sisi distribusi, penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Pinrang untuk periode Juli-September 2026 telah rampung 100 persen.
“Selanjutnya kami masih menunggu arahan dari Bapanas untuk penyaluran berikutnya di periode Oktober-Desember 2026,” ujar Faizal.
Dengan pengawasan yang dilakukan dari hulu hingga hilir, Bulog Pinrang memastikan program bantuan pangan tidak hanya berjalan dari sisi distribusi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kualitas beras yang diterima masyarakat.
Di saat yang sama, optimalisasi penyerapan hasil panen petani lokal menjadi bagian penting dari pengelolaan pangan di daerah.
Langkah tersebut memperkuat peran Bulog Pinrang dalam menjaga ketersediaan stok, mendukung hasil panen petani, sekaligus memastikan bantuan pangan dapat diterima masyarakat dengan kualitas yang terjaga.
Comment