PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR – Prof Dr Hasmyati kembali maju bertarung di Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM).
Mantan Dekan FIKK UNM ini memilih enggan membeberkan target perolehan suara senat.
Ia mengaku sudah melupakan dinamika kekalahan pada Pilrek UNM 2024 lalu.
Prof Hasmyati ingin fokus menatap proses pendaftaran yang baru saja dirampungkannya.
“Saya tidak mau lagi mengingat yang lalu. Saya melangkah mulai hari ini, dan lupakan yang lalu,” ujar Prof Hasmyati di Menara Pinisi UNM, Kamis (8/10/2026).
Pernyataan ini disampaikan saat menanggapi pertanyaan mengenai peluang modal suara senat.
Ia tidak ingin membandingkan kekuatan dirinya dengan lima pendaftar lain.
“Saya tidak mau mengatakan berapa jumlah pendukung saya. Saya tidak mau membandingkan diri saya dengan calon lain, semua baik,” terangnya.
Akademisi perempuan satu-satunya ini menyatakan kesiapan penuh untuk mencurahkan tenaga demi kampus.
“Yang saya mau katakan, saya siap bekerja untuk UNM untuk lebih baik lagi,” jelasnya.
Ia membeberkan gagasan utama untuk membawa Kampus Oranye bersaing di tingkat internasional.
“Visi misi saya, saya menginginkan menjadi Center of Excellence kependidikan yang berbasis riset inovatif dan bersaing daya global,” kata Prof Hasmyati.
Ia juga merespon isu krusial terkait potensi konflik dan tawuran antar mahasiswa.
Menurutnya, pembenahan kampus dimulai dari komunikasi terbuka dengan seluruh civitas akademika.
“Soal tawuran itu, tidak ada tawuran jika kita sudah duduk bersama mencari solusi terbaik,” tuturnya.
Proses pendaftaran Prof Hasmyati berlangsung semarak di Menara Pinisi.
Sedikitnya 200 pendukung dan kolega ikut mengawal langkah resminya.
Namun, hanya sembilan pendamping inti yang diizinkan masuk ke ruang panitia.
Mereka di antaranya Dekan FIKK Dr Atssam Mappanyukki, Dekan FSD Dr Andi Ihsan, dan suami Prof Hasmyati, Prof Wahyudin.
Langkah ini kembali membangkitkan memori sengitnya pertarungan pada Pilrek UNM periode 2024–2028.
Kala itu, Prof Hasmyati mendulang dukungan mayoritas di tingkat internal universitas.
Pada penyaringan awal senat 27 Februari 2024, ia meraih kemenangan mutlak dengan 51 suara senat.
Ia kembali mendominasi dengan mengamankan 40 suara pada pemungutan ulang 4 April 2024.
Namun, peta dukungan berubah drastis pada tahap penentuan akhir yang melibatkan 35 persen suara menteri.
Prof Karta Jayadi keluar sebagai pemenang dengan total 54 suara gabungan senat dan kementerian.
Kini, Prof Hasmyati menggenapkan jajaran enam pendaftar yang siap bertarung berebut 64 suara senat.
Panitia memastikan tidak ada perpanjangan masa pendaftaran karena kuota pendaftar sudah terpenuhi.
Peta persaingan diawali Dr Arifin Manggau yang mendaftar pada Senin (21/9/2026).
Langkah tersebut disusul guru besar ilmu fisika UNM, Prof Eko, pada Jumat (25/9/2026).
Pendaftaran berlanjut saat Prof Andi Aslinda mendaftar bersama Prof Sukardi Weda pada Senin (28/9/2026).
Barisan pendaftar kian mantap usai Dekan FMIPA UNM, Prof Suwardi Annas, menyerahkan berkas pada Rabu (7/10/2026).
Ketua Panitia Pilrek UNM, Prof A Muhammad Idkhan, menyatakan seluruh berkas pendaftaran langsung diverifikasi.
“Berdasarkan data resmi, total suara senat sudah final sebanyak 64 suara dan tidak akan mengalami perubahan lagi,” ungkap Prof Idkhan.
Comment