Waketum ALFI/ILFA Arief Jajaki Peluang Ekspor ke Asia Tengah melalui Business Matching Tajikistan dan Kyrgyzstan di Trade Expo Indonesia
TANGERANG – Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Bidang Fiskal dan Kepabeanan, Arief R. Pabettingi, mengikuti kegiatan business matching dengan perwakilan pasar Tajikistan dan Kyrgyzstan dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, pada 14–18 September 2026.
Kegiatan yang difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia tersebut menjadi kesempatan untuk menjajaki peluang perdagangan dan memperluas akses pasar produk Indonesia ke kawasan Asia Tejanganngah.
Arief menilai, penjajakan bisnis dengan calon mitra dari Tajikistan dan Kyrgyzstan merupakan langkah penting dalam memperluas tujuan ekspor Indonesia agar tidak hanya bertumpu pada pasar-pasar tradisional.
Menurutnya, pertemuan langsung antara pelaku usaha Indonesia dan calon mitra internasional dapat membuka ruang komunikasi mengenai kebutuhan pasar, potensi komoditas, serta peluang kerja sama perdagangan yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
“Business matching menjadi salah satu pintu untuk mempertemukan kepentingan pelaku usaha Indonesia dengan calon mitra di luar negeri. Kita perlu terus membuka jaringan pasar baru agar produk Indonesia memiliki kesempatan lebih luas untuk bersaing di pasar internasional,” ujar Arief.
Perluasan Pasar Harus Didukung Kesiapan Logistik
Sebagai Wakil Ketua Umum DPP ALFI/ILFA Bidang Fiskal dan Kepabeanan, Arief juga menekankan pentingnya kesiapan sistem logistik dan pemahaman terhadap ketentuan perdagangan lintas negara dalam mendukung realisasi peluang ekspor.
Menurutnya, penjajakan pasar perlu diikuti dengan kajian mengenai kebutuhan buyer, persyaratan dokumen ekspor, ketentuan kepabeanan, skema pengiriman, serta perhitungan biaya logistik agar kerja sama yang dibangun dapat berjalan secara kompetitif.
“Peluang pasar harus kita sambut dengan kesiapan. Selain memastikan produk sesuai kebutuhan pembeli, eksportir juga perlu memperhitungkan aspek kepabeanan, jalur pengiriman, biaya logistik, dan kepastian pasokan,” katanya.
Arief memandang fasilitasi pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri memiliki peran penting dalam membantu dunia usaha mengenali peluang perdagangan di negara-negara yang selama ini belum banyak dijajaki eksportir Indonesia.
Melalui forum tersebut, ia mendorong agar komunikasi bisnis dengan calon mitra dari Tajikistan dan Kyrgyzstan dapat ditindaklanjuti melalui pemetaan komoditas potensial serta pembahasan teknis yang lebih mendalam.
Partisipasi Arief dalam business matching ini sekaligus mencerminkan upaya ALFI/ILFA untuk memperkuat keterkaitan antara perdagangan internasional dan kesiapan sektor logistik nasional.
Dengan terbukanya peluang komunikasi dengan mitra dari Asia Tengah, diharapkan semakin banyak pelaku usaha Indonesia yang dapat menjajaki pasar alternatif dan memperluas jangkauan perdagangan ke tingkat global.
Comment