PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR – Peta persaingan menuju kursi Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) kian memanas dan sarat sinyal politik kampus.
Langkah Wakil Rektor I UNM, Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, mendatangi Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) di Lantai 14 Menara Pinisi, Senin (28/9/2026), tidak sekadar formalitas penyetoran berkas, melainkan unjuk kekuatan (show of force) yang menohok.
Bagaimana tidak, Prof Aslinda melenggang ke arena pendaftaran dengan mengapit pilar-pilar strategis elite birokrasi kampus.
Namun, kejutan paling menyengat justru datang dari luar tembok UNM.
Sosok Dr Hartati Tamti, istri dari Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Jamaluddin Jompa terlihat pasang badan mengawal ketat Prof.
Aslinda sejak pengisian buku tamu hingga penyerahan dokumen fisik.
Kehadiran permaisuri Rektor Unhas dalam barisan pemenangan elite UNM ini sontak memicu spekulasi liar di kalangan akademisi.
Gestur politik ini dinilai bukan sebatas empati personal, melainkan pesan terselubung mengenai arah konsolidasi dan konstelasi pengaruh antar-kampus terbesar di Indonesia Timur.
Tak berhenti di situ, dominasi Prof. Aslinda kian solid dengan hadirnya jajaran petinggi UNM.
Wakil Rektor IV Prof Syahruddin turun langsung mengawal, didampingi tiga dekan berbobot: Dekan FBS Prof. Anshari, Dekan FIS-H Dr. Supriadi Torro, dan Dekan FEB Prof. Basri Bado.
“Hari ini saya bersama tim sebanyak 21 orang, dan masih ada lima orang yang tidak sempat hadir,” pamer Prof. Aslinda di hadapan awak media, mengisyaratkan gerbong dukungannya yang sudah terkunci rapat.
Berkas pendaftaran diterima langsung oleh Plt Ketua Panitia Pilrek UNM, Prof. Sukri Nyompa, yang menggantikan Ketua Panitia Prof. Andi Muhammad Idkhan karena sedang beribadah umrah.
Sinyal manuver bernada “gertakan” dari gerbong Prof. Aslinda ini memanaskan panggung Pilrek UNM yang sebelumnya berjalan datar.
Ia menjadi pendaftar ketiga, menyusul Dr. Arifin Manggau (FSD) yang mendaftar tanpa riak media, serta Prof. Eko Hadi Sujiono (FMIPA) yang sebelumnya menyetor berkas bersama Dekan FMIPA Prof. Suwardi Annas.
Masuknya Prof. Aslinda dengan sokongan lintas kampus resmi mengubah tensi suksesi Menara Pinisi menjadi pertarungan kelas berat.
Comment