Bawa Gagasan Kampus Global, Prof Suwardi Annas Daftar Balon Rektor UNM Besok

Screenshot

PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR – Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Drs. Suwardi Annas, M.Si., Ph.D., mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UNM periode 2027–2031, Rabu (7/10/2026) besok.

Guru Besar Statistika Terapan itu akan menjadi pendaftar kelima dalam tahapan penjaringan bakal calon Rektor UNM.

Menjelang pendaftaran, tim Prof. Suwardi memberi sinyal akan menghadirkan sesuatu yang berbeda.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNM, Prof. Abdul Saman, yang didaulat sebagai Ketua Tim Prof. Suwardi, menyebut pihaknya telah menyiapkan sebuah “kejutan” pada momentum pendaftaran tersebut.

“Insyaallah besok Prof. Suwardi Annas akan mendaftar. Kita siapkan kejutan,” kata Prof. Abdul Saman kepada wartawan di salah satu kafe di Makassar, Selasa (6/10/2026).

Namun, Prof. Abdul Saman masih enggan membuka secara rinci bentuk kejutan yang dimaksud.

Ia hanya memastikan bahwa momentum pendaftaran tersebut akan menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan kontestasi pemilihan rektor yang sehat, akademik, dan berorientasi pada masa depan UNM.

Menurutnya, Pilrek UNM harus menjadi ruang untuk mempertemukan rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, serta gagasan strategis setiap bakal calon mengenai arah pengembangan universitas.

Ia berharap proses pemilihan Rektor UNM kali ini dapat melahirkan pemimpin yang memiliki visi luas, pengalaman akademik yang kuat, kemampuan membangun kolaborasi.

Terlebih kapasitas membawa UNM semakin terkoneksi dengan ekosistem pendidikan tinggi global.

“UNM membutuhkan kepemimpinan yang mampu menghubungkan seluruh kekuatan akademik yang kita miliki dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan jejaring dunia. Karena itu, gagasan mengenai masa depan universitas harus menjadi bagian utama dalam kontestasi ini,” ujarnya.

Prof. Abdul Saman menilai tantangan perguruan tinggi semakin kompleks. Transformasi digital, kompetisi riset, internasionalisasi pendidikan tinggi, penguatan sumber daya manusia.

Bahkan reputasi akademik global membutuhkan kepemimpinan yang mampu bekerja lintas disiplin dan lintas jejaring.

“Mari kita jadikan Pilrek UNM sebagai ajang adu gagasan, adu program, dan adu ide demi kemajuan kampus yang berdaya saing dan bereputasi global,” tegasnya.

Prof. Suwardi Annas merupakan Guru Besar bidang Statistika Terapan yang saat ini menjabat sebagai Dekan FMIPA UNM, di periode kedua.

Ia memiliki rekam akademik internasional setelah menyelesaikan pendidikan doktoral bidang Statistika Lingkungan di Osaka Prefecture University, Jepang.

Latar belakang akademik tersebut menjadi salah satu pengalaman yang membentuk pandangannya mengenai pentingnya konektivitas perguruan tinggi dengan ekosistem pengetahuan dunia.

Dalam berbagai kesempatan, Prof. Suwardi membawa narasi mengenai penguatan inovasi, kolaborasi akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan jejaring nasional dan internasional sebagai bagian dari penguatan daya saing institusi.

Narasi UNM berdaya saing dan bereputasi global diproyeksikan menjadi salah satu gagasan yang akan dibawanya dalam kontestasi Pilrek UNM periode 2027–2031.

Menurut Prof. Abdul Saman, pengalaman internasional perlu diterjemahkan menjadi agenda kelembagaan yang konkret dan dapat dirasakan oleh seluruh sivitas akademika.

Internasionalisasi, kata dia, tidak boleh berhenti pada kerja sama seremonial, tetapi harus bermuara pada peningkatan kualitas riset, publikasi internasional, mobilitas dosen dan mahasiswa, pengembangan program pendidikan bersama, serta terbukanya jejaring akademik yang lebih luas bagi UNM.

Pendaftaran bakal calon Rektor UNM masih berlangsung hingga Jumat, 9 Oktober 2026.

Hingga Selasa (6/10/2026), empat figur telah lebih dahulu mendaftarkan diri.

Arifin Manggau, akademisi bidang Pendidikan Seni, mendaftar pada Senin (21/9/2026).

Selanjutnya, Prof. Eko, Guru Besar bidang Fisika, mendaftarkan diri pada Jumat (25/9/2026).

Dua figur lainnya, Prof. Andi Aslinda, Guru Besar Administrasi Publik, dan Prof. Sukardi Weda, telah mendaftarkan diri pada Senin (28/9/2026).

Dengan pendaftaran Prof. Suwardi Annas pada Rabu, bursa bakal calon Rektor UNM akan diisi sedikitnya lima nama.

Para bakal calon selanjutnya akan mengikuti tahapan penyaringan melalui Senat UNM yang memiliki 64 suara.

Lima bakal calon dengan perolehan suara tertinggi akan melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Pada tahap pemilihan selanjutnya, komposisi suara terdiri atas 64 suara Senat UNM dan 34 suara Menteri.

Menjelang berakhirnya masa pendaftaran, dinamika Pilrek UNM diperkirakan semakin meningkat, terutama dalam pertarungan gagasan mengenai tata kelola, penguatan akademik, pengembangan sumber daya manusia, inovasi, hingga internasionalisasi universitas.

Karena itu, pendaftaran Prof. Suwardi Annas pada Rabu besok menjadi salah satu momentum yang menarik perhatian, terlebih setelah timnya memberi sinyal adanya “kejutan” yang akan menyertai langkah Guru Besar Statistika Terapan sekaligus doktor lulusan Jepang tersebut menuju meja pendaftaran.

Comment