Parah! Krisis BBM Memaksa Warga Makassar Berjibaku Mengantre di SPBU Jl Abdul Kadir sampai Dini Hari

PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR – Karut-marut distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kota Makassar kian tak terkendali.

Ketimpangan antara klaim pasokan dan realitas di lapangan membuat masyarakat harus mengorbankan waktu istirahat mereka.

Di SPBU Pertamina 74.902.29 Jalan Abdul Kadir, giliran malam berganti dini hari tanpa ada tanda-tanda antrean bakal terurai.

Pantauan langsung di lokasi pada Jumat (11/9/2026) dini hari menunjukkan lautan kendaraan masih mengunci area pengisian hingga meluber sejauh 300 meter ke badan jalan.

Deretan roda dua mendominasi barisan, sementara truk logistik dan mobil pribadi mengular kaku dalam tempo pelayanan yang amat lambat.

Demi menghemat sisa BBM di dalam tangki yang kian menipis, sebagian besar pengendara memilih mematikan mesin kendaraan mereka di tengah gulita malam.

Langkah spontan ini diambil lantaran pergerakan barisan hanya bergeser beberapa meter setiap setengah jam.

“Dari kemarin sore saya di sini, Pak. Ini sudah lewat tengah malam tapi belum sampai juga ke dekat pompa. Mau pulang takut besok tidak bisa kerja karena tangki kosong,” ungkap Rahmat, salah seorang pengendara roda dua yang tertahan di barisan.

Ancaman habisnya kuota harian serta jam penutupan operasional memicu kecemasan tersendiri di kalangan warga.

Buruknya skema penguraian dari pihak pengelola SPBU disinyalir menjadi biang kerok utama yang memperparah penumpukan armada hingga melintasi batas operasional normal.

Kondisi pelik di SPBU Abdul Kadir ini kian mempertegas bahwa intervensi dan instruksi tegas yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan belum sepenuhnya dieksekusi secara presisi oleh pengelola di tingkat tapak.

Tanpa tindakan korektif yang konkret pada efisiensi operator dan penataan jalur pengisian, warga Makassar dipastikan bakal terus tersandera krisis serupa.

Comment