Jelang Pemilu 2029, Survei Tempo Data Science Catat Dedi Mulyadi Melesat di Atas Prabowo dan Gibran

PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR – Peta politik nasional menjelang Pemilu 2029 bergerak cepat.

Berdasarkan riset terbaru lembaga survei Tempo Data Science (TDS), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melesat ke posisi teratas dalam bursa calon presiden, melampaui figur-figur kuat seperti Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Dalam survei yang dipublikasikan di Jakarta Pusat pada Rabu, 26 Agustus 2026, Dedi Mulyadi mengantongi elektabilitas sebesar 42 persen.

Angka tersebut menempatkan sosok yang akrab disapa KDM ini jauh di atas Presiden Prabowo Subianto yang berada di urutan kedua dengan 15 persen.

Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengekor di posisi ketiga dengan 10 persen, disusul Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di posisi kelima dengan 6 persen.

General Manager Tempo Data Science, Khairul Anam, menjelaskan bahwa melejitnya daya tawar politik KDM tidak lepas dari kriteria figur yang diidamkan masyarakat saat ini.

Mayoritas publik merindukan sosok pimpinan yang membumi.

“Keunggulan KDM selaras dengan variabel utama yang dicari pemilih, yakni faktor kedekatan dengan masyarakat. Sebanyak 78 persen responden mengasosiasikan KDM sebagai figur yang hadir dan mau mendengar suara bawah,” kata Anam dikutip dari Tempo.

Sementara itu, responden cenderung mengaitkan profil Prabowo Subianto dengan atribut ketegasan. Namun, ketegasan saja dinilai belum cukup menahan laju penurunan elektoral di tengah situasi ekonomi yang dinilai menantang.

Penyebab Turunnya Kepuasan Publik

Pergeseran dukungan publik ini berkelindan langsung dengan menurunnya tingkat kepuasan (approval rating) terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.

TDS mencatat tren penurunan dramatis sepanjang delapan bulan terakhir.

Pada Desember 2025, tingkat kepuasan publik masih berada di angka 75 persen.

Angka tersebut terus tergerus menjadi 58 persen pada Maret 2026, hingga akhirnya menyentuh titik terendah 37 persen pada Agustus 2026.

Anam menyebutkan faktor utama pemicu kekecewaan publik adalah kondisi perekonomian harian yang kian berat.

Sebanyak 68 persen responden menilai situasi ekonomi nasional saat ini berada dalam kondisi buruk atau semakin memburuk.

“Dua masalah utama yang dialami masyarakat saat ini adalah lonjakan harga barang kebutuhan pokok dan terbatasnya ketersediaan lapangan kerja,” ujar Anam menambahkan.

Konstelasi Masih Dynamic

Meski KDM memimpin telak saat ini, TDS menegaskan bahwa peta politik menuju 2029 masih sangat cair.

Sebanyak 48 persen responden menyatakan masih mungkin atau sangat mungkin mengubah preferensi politik mereka sebelum hari pencoblosan tiba.

Secara berurutan, posisi di bawah Gibran diisi oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sama-sama meraih 4 persen.

Di posisi berikutnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengantongi 3 persen, dan Mahfud Md. menutup daftar dengan 2 persen.

Survei Tempo Data Science ini diselenggarakan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.260 responden di 38 provinsi di Indonesia.

Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

 

Comment