AKPI Jadikan Makassar Rumah Besar Kurator Indonesia Timur

PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR – Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) resmi menjadikan Kota Makassar sebagai rumah besar bagi para kurator di kawasan Indonesia Timur.

Langkah tersebut ditandai dengan peresmian Sekretariat AKPI Wilayah Indonesia Bagian Timur di Ruko Pettarani Center Blok B Nomor 28, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu (1/8/2026).

Peresmian sekretariat dilakukan Sekretaris Jenderal AKPI Pusat, Resha Agriansyah, bersama Ketua AKPI Wilayah Indonesia Bagian Timur, Sulaiman Syamsuddin, dan Sekretaris AKPI Wilayah Indonesia Bagian Timur, Audy Rahmat. Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan aksi donor darah.

Sekretaris Jenderal AKPI Pusat, Resha Agriansyah, mengatakan sekretariat di Makassar merupakan kantor wilayah pertama yang diresmikan sebagai bagian dari program pengurus pusat membentuk lima sekretariat regional di Indonesia.

“Hari ini yang pertama di Makassar. Setelah itu akan menyusul Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan,” kata Resha.

Ia menjelaskan, wilayah kerja AKPI Indonesia Bagian Timur meliputi Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Karena itu, Makassar dinilai paling tepat menjadi pusat koordinasi organisasi di kawasan tersebut.

Selain berada di posisi strategis sebagai pintu gerbang Indonesia Timur, Makassar juga menjadi satu-satunya kota di kawasan timur yang memiliki Pengadilan Niaga.

Kondisi tersebut membuat para kurator dari berbagai daerah kerap datang ke Makassar untuk menangani perkara kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

“Salah satu alasannya karena Pengadilan Niaga di Indonesia Timur hanya ada di Makassar. Teman-teman dari berbagai daerah akan sering datang ke sini untuk bersidang, sehingga diperlukan sekretariat sebagai pusat koordinasi,” ujarnya.

Resha menambahkan, AKPI saat ini memiliki sekitar 1.800 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara untuk wilayah Indonesia Timur terdapat sekitar 100 anggota.

Menurutnya, keberadaan sekretariat akan memudahkan koordinasi sekaligus mendorong setiap wilayah lebih mandiri dalam menyelenggarakan berbagai program organisasi.

“Harapannya sekretariat ini menjadi tempat anggota berkumpul, berdiskusi, hingga melaksanakan kegiatan ilmiah dan pengembangan profesi,” katanya.

Sementara itu, Ketua AKPI Wilayah Indonesia Bagian Timur, Sulaiman Syamsuddin, berharap sekretariat yang terdiri atas dua lantai tersebut benar-benar menjadi rumah bersama bagi seluruh anggota AKPI di kawasan timur Indonesia.

Ia menilai keberadaan sekretariat tidak hanya berfungsi sebagai kantor organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas dan profesionalisme para kurator.

“Harapan kami sekretariat ini menjadi rumah bersama bagi seluruh anggota AKPI Wilayah Indonesia Timur. Rumah yang terbuka untuk berdiskusi, belajar, saling menguatkan, serta bersama-sama menjaga marwah profesi,” ujar Sulaiman.

Selain itu, Sulaiman berharap Makassar dapat menjadi lokasi penyelenggaraan pendidikan kurator. Selama ini, pendidikan sertifikasi kurator lebih banyak dilaksanakan di Jakarta dan Surabaya.

Menurutnya, apabila pendidikan kurator digelar di Makassar, calon kurator dari Sulawesi, Maluku, dan Papua tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk mengikuti pelatihan di Pulau Jawa.

“Harapan kami, Makassar ke depan tidak hanya menjadi pusat koordinasi, tetapi juga menjadi tempat penyelenggaraan pendidikan kurator bagi Indonesia Timur,” tuturnya.

Sebagai informasi, AKPI merupakan organisasi profesi yang mewadahi para kurator dan pengurus di Indonesia. Organisasi yang berdiri sejak 5 Agustus 1998 itu menghimpun para profesional yang menangani perkara kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Saat ini, AKPI memiliki sekitar 1.800 anggota yang tersebar di lima wilayah organisasi di seluruh Indonesia.

Comment