PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR – DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan (Sulsel) merespons santai fenomena maraknya isu kepindahan hingga potensi pembajakan kader oleh partai politik lain belakangan ini.
Ketua DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif, menegaskan komitmen serta integritas para kepala daerah dan pengurus yang merupakan kader murni Partai NasDem di Sulsel telah teruji.
Karena itu, para kader murni dipastikan tidak akan dengan mudah digoyahkan oleh ajakan berpaling partai.
Pernyataan tersebut disampaikan Syaharuddin di sela-sela Konsolidasi Akbar dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Partai NasDem Sulsel yang bertempat di Hotel Claro, Makassar, Minggu (30/8/2026) lalu.
Langkah konsolidasi ini dinilai krusial untuk memperkuat basis dukungan partai.
Sebagai pemenang Pemilu 2024 di Sulawesi Selatan, Partai NasDem mendominasi perebutan 85 kursi DPRD yang tersebar di 11 daerah pemilihan (dapil).
Sementara pada tingkatan DPR RI daerah pemilihan Sulsel, NasDem menargetkan peningkatan alokasi dari 5 menjadi minimal 7 kursi.
Dinamika politik di Sulawesi Selatan sendiri diwarnai dengan aksi peralihan dukungan sejumlah tokoh senior eks NasDem.
Rusdi Masse (RMS), Rezki Mulfiati Lutfi, dan Lutfi Halide tercatat lebih dulu mantap bergabung dengan PSI pada akhir Januari 2026.
Tren kepindahan ini kemudian berlanjut pada Agustus 2026 saat Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga memutus beralih ke Partai Gerindra sebagai Ketua DPC Gerindra Enrekang.
Menanggapi maraknya fenomena transfer kader tersebut, Syaharuddin menyatakan bahwa pilihan politik merupakan hak pribadi yang harus dihormati dan tidak bisa dihalangi pihak mana pun.
“Masalah pilihan politik kita adalah masalah urusan pribadi. Nah, kalau orang sudah menentukan pilihan politik dan dia beralih ke partai lain, saya kira tidak bisa dihalangi,” ujar Syaharuddin.
Meski demikian, politisi yang juga menjabat sebagai Bupati Sidrap ini menggarisbawahi bahwa jajaran kepala daerah dan pengurus NasDem yang bertahan saat ini merupakan kader murni yang membesarkan partai dari nol.
“Tapi ya kami di NasDem ini adalah kader yang membangun dari awal, ikut di Pemilu dari awal. Dengan posisi kepala daerah NasDem yang ada sekarang ini, ya tentu adalah kader-kader murni yang ada di Partai NasDem. Saya yakin konsistensi dan komitmen perjuangan masih tetap terjaga,” tegasnya.
Syahar tak memungkiri bahwa di tengah panggung politik regional, godaan serta aksi lobi-lobi dari partai lain terus membayangi kader-kader potensial NasDem.
Namun, ia optimistis loyalitas para kader murni tidak akan luntur begitu saja.
“Yang namanya orang lobi-lobi, negosiasi, ya pasti ada. Tapi saya rasa komitmen perjuangan, konsisten menjalankan amanah, ya insya Allah kader-kader kami pasti bisa menjaga dengan baik,” pungkas Syahar.
Comment