Zulkarnain Semprot Andi Kaswadi Soal Surat Dukungan Jelang Musda Golkar Sulsel: Baca Juklak Baik-baik

PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR – Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan semakin memanas.

Polemik terkait surat dukungan menjadi salah satu isu yang memunculkan perbedaan pandangan di internal Partai Golkar.

Ketua DPD II Partai Golkar Takalar, Zulkarnain Arif, menyinggung pernyataan Ketua DPD II Partai Golkar Soppeng, Andi Kaswadi Razak, terkait polemik surat dukungan menjelang Musda Golkar Sulsel.

Zulkarnain meminta seluruh pihak merujuk pada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) DPP Partai Golkar terkait mekanisme pelaksanaan Musda, termasuk mengenai surat dukungan dari pemilik suara.

Menurutnya, aturan yang tertuang dalam Juklak telah mengatur secara jelas tata cara pelaksanaan Musda sehingga tidak memerlukan penafsiran tambahan.

“Kasih tahu itu kita saudara di Soppeng, bahwa baca itu juklak baik-baik. Di situ tidak ada yang mengatakan bahwa akan ada format baru khusus, tidak ada. Tidak ada format baru, titik,” kata Zulkarnain menanggapi pernyataan Andi Kaswadi, Kamis (2/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Zulkarnain merespons pandangan Andi Kaswadi yang sebelumnya menyebut dukungan dapat diperbarui melalui surat baru yang menyesuaikan format mandatori Musda Golkar Sulsel.

Di sisi lain, Andi Kaswadi diketahui telah mengalihkan dukungannya kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Padahal sebelumnya mantan Bupati Soppeng tersebut berada di barisan pendukung Munafri Arifuddin atau Appi.

Dukungan terhadap Appi sebelumnya juga telah dibuktikan melalui penyerahan surat dukungan resmi. Namun belakangan, Andi Kaswadi juga menyerahkan surat dukungan kepada IAS.

Zulkarnain menilai dukungan yang sebelumnya telah diserahkan para Ketua DPD II kepada bakal calon tertentu tetap memiliki kekuatan secara organisasi.

Ia menjelaskan kubu Munafri Arifuddin sebelumnya telah mengantongi dukungan resmi dari DPD II Partai Golkar kabupaten/kota yang menurutnya telah melalui mekanisme internal.

“Jadi begini, sudah ada dukungan yang dikeluarkan oleh DPD II oleh masing-masing ketua. Itu jumlahnya 20 dan surat aslinya semua. Itu juga sudah kita plenokan. Tidak bisa lagi dicabut,” ujarnya.

Zulkarnain juga merujuk pada Petunjuk Pelaksanaan Partai Golkar Nomor 02/DPP/GOLKAR/IV/2025 tentang Penyelenggaraan Musyawarah Daerah.

Menurutnya, dalam aturan tersebut dijelaskan apabila terdapat dukungan ganda terhadap calon, maka keduanya dapat dinyatakan gugur.

“Nah ada aturan itu yang merujuk pada Juklak 02. Salah satu poinnya, apabila dua surat dukungan atau ganda, maka dua-duanya batal. Jadi untuk apa kita kasih dukungan sekarang? Pasti batal,” katanya.

Mantan Ketua Kadin Sulsel itu juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menambah atau mengurangi aturan yang telah ditetapkan DPP Partai Golkar.

“Tidak boleh ada yang menambah atau mengurangi aturan. Ketika ada yang menambah, itu akan menjadi persoalan hukum karena tidak patuh terhadap keputusan DPP,” tegasnya.

Sementara itu, Andi Kaswadi sebelumnya mengakui telah mengalihkan dukungannya kepada IAS usai keluarnya diskresi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Menurutnya, surat dukungan yang diserahkan kepada IAS memiliki format yang berbeda dibanding dukungan yang pernah diberikan sebelumnya.

“Sebelum diskresi kami memang sudah paham, karena formatnya berbeda,” ujar Kaswadi.

Kaswadi menegaskan langkah yang diambilnya merupakan bagian dari dinamika politik yang biasa terjadi di internal Partai Golkar.

“Jadi saya ini loyalis partai,” pungkasnya.

Comment