PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR – Ketua DPD II Partai Golkar Takalar, Zulkarnain Arif, menyinggung dugaan manuver politik yang menyeret nama Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhidin M Said, menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkarnain merespons isu yang berkembang terkait adanya upaya pendekatan kepada sejumlah Ketua DPD II Golkar Sulsel untuk mengalihkan dukungan ke salah satu kandidat Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.
Menurut Zulkarnain, jika informasi tersebut benar terjadi, langkah itu dinilai tidak tepat dilakukan oleh seorang pelaksana tugas ketua.
“Wah itu kesalahan besar itu. Tidak boleh begitu. Dia harus netral, karena ada namanya di sini. Jangan,” tegas Zulkarnain saat dikonfirmasi terkait dinamika Musda Golkar Sulsel, Kamis (2/7/2026).
Sebagai salah satu pendukung Munafri Arifuddin atau Appi, Zulkarnain mengaku dirinya tidak pernah menerima komunikasi yang mengarah pada perubahan dukungan politik.
“Tidak pernah ada yang telepon saya. Saya yah, saya. Tidak ada yang berani telepon saya,” ujarnya.
Mantan Ketua Kadin Sulsel itu menilai setiap kandidat memiliki hak melakukan komunikasi politik untuk mendapatkan dukungan dari pemilik suara dalam Musda.
Namun, menurutnya, langkah tersebut harus dilakukan dengan cara-cara yang tetap menjaga soliditas internal partai.
“Harusnya kita bicarakan baik-baik ke dalam. Bisa pecah ini Golkar. Kenapa kau paksa-paksa orang,” katanya.
Sebelumnya, Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel Muhidin M Said membantah tudingan yang menyebut dirinya ikut bermanuver menggalang dukungan untuk memenangkan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Muhidin menegaskan dirinya tidak pernah bertindak sebagai juru kampanye maupun mengarahkan dukungan kepada kandidat tertentu.
“Yang ada beberapa DPD II konfirmasi tentang keabsahan diskresi itu. Hanya itu saja,” kata Muhidin.
Ia menambahkan, posisi sebagai pelaksana tugas tidak memberinya kewenangan untuk mengarahkan dukungan politik kepada pemilik suara.
“Plt tidak punya kewenangan mengajak. Yang harus berusaha melakukan pendekatan adalah yang mendapat diskresi itu (IAS),” pungkasnya.
Comment