MINISTER SAKTI, Inovasi SMPN 9 Balikpapan Sulap Galon Bekas Jadi Komposter Ramah Lingkungan

PHINISIMEDIA.COM, BALIKPAPAN  – SMP Negeri 9 Balikpapan kembali menghadirkan inovasi dalam mendukung gerakan peduli lingkungan melalui program MINISTER SAKTI (Mini Komposter Sampah Daun Kering Berbasis Galon Bekas untuk Tanah Asri). Inovasi ini memanfaatkan galon bekas sebagai media pengomposan sampah daun kering menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi penghijauan di lingkungan sekolah.

Program MINISTER SAKTI lahir sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan. Melalui inovasi ini, sampah daun yang sebelumnya hanya dibuang kini diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di lingkungan sekolah.

Plt Kepala SMP Negeri 9 Balikpapan, Amira, mengatakan bahwa inovasi tersebut merupakan bentuk nyata komitmen sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan sekaligus menanamkan karakter cinta alam kepada para siswa.

“MINISTER SAKTI membuktikan bahwa limbah yang dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Melalui inovasi ini, siswa belajar tentang pentingnya mengelola sampah, menerapkan prinsip daur ulang, serta menjaga kelestarian lingkungan sejak dini. Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk menghadirkan inovasi serupa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Inovasi MINISTER SAKTI, Ade Sukarman, menjelaskan bahwa penggunaan galon bekas dipilih karena mudah diperoleh dan efektif dijadikan komposter skala kecil.

“MINISTER SAKTI merupakan solusi sederhana yang dapat diterapkan di sekolah maupun di rumah. Dengan memanfaatkan galon bekas dan sampah daun kering, kita tidak hanya mengurangi volume sampah organik, tetapi juga menghasilkan kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman. Harapan kami, inovasi ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah-langkah kecil,” jelasnya.

Selain menjadi sarana edukasi lingkungan, program ini juga mendukung terciptanya kawasan sekolah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. Para siswa dilibatkan secara aktif dalam proses pengumpulan daun kering, pengolahan kompos, hingga pemanfaatannya untuk tanaman di lingkungan sekolah.

Melalui MINISTER SAKTI, SMPN 9 Balikpapan kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang terus mendorong lahirnya inovasi berbasis lingkungan. Program ini diharapkan menjadi contoh praktik baik dalam pengelolaan sampah organik sekaligus memperkuat budaya hidup ramah lingkungan di kalangan generasi muda.

Comment