BRI Sahabat Disabilitas: Wujudkan Hak Kesetaraan Kerja Bagi Kaum Difabel di Sulsel

PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR – Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong inklusivitas dan kesetaraan hak di dunia kerja.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, perseroan kembali menggelar gerakan #BRISahabatDisabilitas di Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk membuka jalan bagi penyandang disabilitas meraih kesempatan kerja yang setara.

Pembukaan program Pelatihan dan Pemagangan Kerja Disabilitas tersebut dilaksanakan di Swiss-Belhotel Waterfront Makassar, Jl Ujung Pandang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Kamis (3/9/2026) sore.

Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BRI, Dinne Shovia Tresna Amalia, menegaskan langkah ini dihadirkan untuk mendobrak stigma serta memastikan kelompok disabilitas mendapatkan ruang dan perlakuan yang sama di dunia kerja profesional.

“Penyandang disabilitas ini merupakan salah satu golongan yang selama ini harus kita berikan perhatian ekstra, supaya mereka merasa tidak sendirian. Semua pihak harus ikut membantu agar mereka mendapatkan kesempatan yang sama seperti masyarakat pada umumnya,” ujar Dinne di lokasi acara.

Program yang diusung BRI tidak hanya memberikan pembekalan secara teoritis, tetapi dirancang komprehensif guna memenuhi kebutuhan dunia industri saat ini.

Materi Pembelajaran: Peserta dibekali keterampilan administrasi perkantoran, manajemen, hingga pembentukan mindset serta strategi berwirausaha.

Pengajar Profesional: Sesi pelatihan diampu langsung oleh instruktur dan tenaga ahli berpengalaman yang direkrut khusus sesuai bidang keahliannya.

Metode Fleksibel: Pembelajaran diselenggarakan secara kombinasi tatap muka (offline) dan daring (online).

Durasi Program: Tahapan terdiri dari 3 bulan pelatihan intensif, dilanjutkan dengan 3 bulan pemagangan kerja di berbagai instansi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, hingga UMKM binaan BRI.

Fasilitas Insentif: Selama menjalani masa pemagangan, seluruh peserta dipastikan menerima uang saku atau gaji bulanan.

Dinne menjelaskan program pelatihan dan pemagangan disabilitas ini telah digulirkan BRI secara nasional sejak tahun 2021.

Khusus di Sulsel, tingginya antusiasme masyarakat dan dukungan pemerintah daerah menjadikan program ini terus berlanjut hingga memasuki tahun ketiga pelaksanaan.

“Untuk batch tahun ini di Sulsel diikuti 90 peserta dari berbagai kabupaten dan kota. Secara akumulatif nasional, program ini telah menjangkau hampir 400 peserta difabel,” jelasnya.

Melalui bekal pengalaman ini, peserta diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan praktis, tetapi juga berpeluang besar untuk diangkat menjadi tenaga kerja tetap atau berkembang menjadi wirausahawan mandiri.

Apresiasi dari Pemprov Sulsel

Langkah nyata BRI ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnaker) Sulsel, Jayadi Nas.

Jayadi mengungkapkan bahwa komitmen BRI sejalan dengan kebijakan Pemprov Sulsel yang sejak empat tahun lalu telah membuka ruang bagi sahabat disabilitas di lingkungan pemerintahan.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BRI yang telah membuat program luar biasa ini. Terobosan ini memberi ruang sama bagi sahabat disabilitas untuk mengekspresikan talenta dan potensinya,” kata Jayadi.

Ia juga mengaku tersentuh melihat dampak perubahan mentalitas yang ditunjukkan para peserta setelah mengikuti rangkaian pelatihan.

“Dari hasil pelatihan BRI, kita bisa lihat sendiri. Orang yang awalnya tidak percaya diri, tiba-tiba bisa bangkit dan percaya diri bahwa ‘Saya sama dengan Anda semua, saya berhak mendapatkan pekerjaan’. Inilah yang sebenarnya kita harapkan bersama,” tutur Jayadi.

Melalui sinergi antara BRI dan Pemprov Sulsel, program ini diharapkan terus berkelanjutan guna mengikis diskriminasi dunia kerja serta mewujudkan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas di Sulawesi Selatan.

Comment