MAKASSAR, PHINISIMEDIA.COM — Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Arief R. Pabettingi, menegaskan pentingnya penguatan peran Badan Karantina Indonesia di bawah kepemimpinan baru Abdul Kadir Karding dalam mendukung kelancaran ekspor nasional.
Menurut Arief, Badan Karantina memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas dan keamanan komoditas ekspor Indonesia agar memenuhi standar internasional, sekaligus memastikan proses berjalan efisien.
“Peran karantina sangat krusial, bukan hanya sebagai pengawas kualitas, tetapi juga sebagai bagian dari sistem yang mendukung kelancaran ekspor,” ujar Arief.
Ia menilai, layanan karantina saat ini telah berkembang dengan dukungan digitalisasi yang membantu mempercepat proses administrasi serta meningkatkan transparansi bagi pelaku usaha.
Arief juga menekankan pentingnya integrasi antara sistem karantina, kepelabuhanan, dan kepabeanan agar proses ekspor menjadi lebih efisien dan kompetitif.
“Integrasi sistem menjadi kunci. Ketika karantina, pelabuhan, dan kepabeanan berjalan selaras, maka biaya logistik bisa ditekan dan daya saing ekspor meningkat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan perlunya penguatan peran karantina dalam mendampingi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk memenuhi standar internasional seperti sanitary dan phytosanitary (SPS).
“Banyak produk kita berkualitas, tetapi masih perlu penguatan dari sisi standar. Karantina memiliki peran penting dalam memastikan produk tersebut siap masuk pasar internasional,” tambahnya.
Dengan kepemimpinan baru, peran Badan Karantina Indonesia diharapkan semakin kuat sebagai fasilitator sekaligus pengawal mutu ekspor nasional, khususnya dalam mendorong potensi komoditas unggulan dari daerah seperti Sulawesi Selatan agar mampu bersaing di pasar global.
Comment