PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR – Tim akademisi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) merancang dan menerapkan inovasi teknologi tepat guna berupa Smart-Mini Oven pengecatan otomotif di Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep.
Inovasi ini dihadirkan melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk AUTOPAINT untuk mencetak wirausaha muda mandiri sekaligus menekan angka pengangguran pemuda perdesaan.
Kegiatan pengabdian berbasis hilirisasi teknologi ini didanai secara resmi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2025/2026.
Tim pengabdi UNM diketuai oleh Ir Muh Bhilal Halim, dari Prodi Teknik Otomotif UNM, didampingi Ir Muhammad Iskandar Musa, (UNM) dan Yanti dari Universitas Fajar (Unifa).
Dalam pelaksanaannya, tim bermitra langsung dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Tondong Tallasa di bawah pimpinan Muhammad Hasim S.
Solusi Pengecatan Cepat dan Hemat Energi
Wilayah Tondong Tallasa memiliki sekitar 30 persen pemuda usia produktif yang belum memiliki pekerjaan tetap.
Meski minat pada jasa otomotif cukup tinggi, proses pengecatan selama ini masih mengandalkan pengeringan manual di udara terbuka (open-air drying).
Metode konvensional tersebut memakan waktu 12 hingga 24 jam, sangat bergantung pada cuaca, dan rentan tercemar debu.
Hadirnya Smart-Mini Oven portabel menjadi jawaban atas kendala tersebut.
Alat ini dilengkapi termostat digital untuk menjaga suhu presisi pada rentang 38–43°C dan hanya mengonsumsi daya listrik sebesar 260 Watt, sehingga sangat aman untuk kapasitas listrik rumah tangga di perdesaan.
Ketua Tim Pengabdi, Ir Muh Bhilal Halim menegaskan bahwa penggunaan teknologi ini mampu memangkas waktu pengeringan cat secara signifikan tanpa terpengaruh cuaca.
Selain menyerahkan satu unit Smart-Mini Oven, tim UNM juga menyerahkan paket peralatan pendukung seperti kompresor listrik 1 HP, spray gun HVLP, dan Alat Pelindung Diri (APD) K3. Pelatihan teknis berbasis learning by doing turut diberikan kepada 10 pemuda anggota KNPI.
Materi pelatihan mencakup pemahaman bahan cat, teknik pengamplasan bertingkat, teknik penyemprotan, prosedur K3, pengoperasian oven, hingga manajemen keuangan dan pemasaran digital.
Pelatihan ini terbukti meningkatkan kompetensi teknis peserta sebesar 82,9 persen, berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test.
Ketua KNPI Tondong Tallasa, Muhammad Hasim S., mengapresiasi dukungan Kemdiktisaintek dan pendampingan dari tim UNM.
Menurutnya, teknologi Smart-Mini Oven membuat hasil pengecatan kendaraan menjadi lebih rapi, mengkilap, dan cepat kering, sekaligus menjadi modal awal bagi pemuda setempat untuk merintis usaha bengkel komunitas.
Program PKM AUTOPAINT ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan Tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta sejalan dengan agenda nasional Asta Cita dalam penguatan sumber daya manusia berbasis sains dan teknologi di daerah perdesaan.
Comment