Tinjau TPA Tamangapa, Wali Kota Makassar Appi Targetkan Transisi ke Sanitary Landfill

PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), turun langsung meninjau kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa di Kecamatan Manggala guna memantau kelancaran sistem pengelolaan sampah kota.

Dalam peninjauan tersebut, Appi menegaskan bahwa Pemkot Makassar menargetkan pembaharuan sistem secara menyeluruh dari pola lama menuju standar sanitary landfill.

Peralihan ini dinilai mendesak untuk menyelesaikan berbagai persoalan klasik daya dukung lingkungan yang kerap memicu keluhan warga sekitar kawasan TPA.

Empat Fokus Utama Pembenahan

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Appi menginstruksikan dinas teknis untuk mengeksekusi beberapa poin pembenahan jangka pendek dan menengah:

 Sistem Penutupan Tanah (Sanitary Cover): Memastikan tumpukan sampah ditutup tanah secara periodik untuk meminimalisasi bau tak sedap dan mencegah berkembang biaknya hama.

Pengendalian Gas Metan: Menyiapkan instalasi pipa penyalur gas guna menekan risiko kebakaran tumpukan sampah saat cuaca panas ekstrem.

Penyaringan Air Lindi: Memperbaiki kolam pengolahan limbah cair agar aliran air lindi tidak merembes dan mencemari sumber air warga.

Zonasi Pembuangan: Merapi area bongkar muat armada truk sampah agar operasional alat berat berjalan efektif tanpa memicu antrean panjang.

Komitmen Lingkungan Pemkot Makassar

Wali Kota menekankan pentingnya mengubah wawasan pengelolaan sampah dari sekadar memindahkan masalah menjadi pemrosesan yang terukur dan berkelanjutan.

“Kita ingin TPA Tamangapa ini dikelola dengan standar yang benar. Transisi ke sanitary landfill adalah harga mati agar masalah bau, asap, dan pencemaran air bisa diatasi secara permanen. Kesehatan dan kenyamanan warga di Manggala harus jadi prioritas utama,” ungkap Appi.

Melalui langkah percepatan ini, Pemkot Makassar optimistis TPA Tamangapa bertahap keluar dari kategori open dumping dan bertransformasi menjadi sarana pemrosesan akhir sampah yang modern serta berwawasan lingkungan.

 

 

Comment