PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR – Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan, Azhar Arsyad, memberikan peringatan tegas kepada 24 Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB kabupaten/kota se-Sulsel.
Seluruh ketua DPC yang baru dilantik diminta bekerja maksimal untuk mencapai target partai pada Pemilu 2029.
Azhar menegaskan, kepengurusan yang gagal memenuhi target tidak akan luput dari evaluasi.
Menurutnya, evaluasi merupakan mekanisme organisasi yang berlaku bagi seluruh jenjang kepengurusan PKB.
“Yang tidak memenuhi target pasti dievaluasi. Semua kepemimpinan itu ada evaluasi kinerjanya. Semua keputusan terukur,” kata Azhar Arsyad kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Penegasan tersebut disampaikan usai pelantikan serentak pengurus DPC PKB se-Indonesia yang dipimpin Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
Sebanyak 24 Ketua DPC PKB dari kabupaten/kota di Sulawesi Selatan ikut dilantik bersama ribuan pengurus lainnya dari seluruh Indonesia.
Mantan Ketua PW GP Ansor Sulsel itu mengatakan target yang diberikan kepada setiap DPC bukan sekadar angka.
Target tersebut menjadi parameter untuk mengukur kinerja kepengurusan hingga Pemilu 2029.
Karena itu, seluruh ketua DPC diminta segera membangun kekuatan organisasi setelah kembali ke daerah masing-masing.
Menurut Azhar, kerja-kerja politik tidak boleh menunggu tahapan pemilu dimulai.
Seluruh infrastruktur partai harus dipersiapkan sejak sekarang melalui konsolidasi hingga ke tingkat paling bawah.
“Semua yang kita lakukan ini untuk mempersiapkan infrastruktur menghadapi Pemilu 2029. Starting-nya mulai sekarang, turun ke masyarakat,” ujarnya.
DPW PKB Sulsel sendiri memasang target cukup tinggi pada Pemilu 2029.
Untuk DPR RI, PKB Sulsel membidik sedikitnya tiga kursi.
Sementara di DPRD Sulsel, partai besutan Cak Imin itu menargetkan minimal 12 kursi.
“Targetnya jelas, DPR RI minimal tiga kursi, DPRD Provinsi 12 kursi,” katanya.
Azhar mengungkapkan, pesan utama yang disampaikan Muhaimin Iskandar kepada seluruh pengurus DPC adalah memastikan kehadiran PKB benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurutnya, partai politik tidak boleh hanya sibuk mengurus kepentingan internal.
Sebaliknya, seluruh kader diminta hadir sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Intinya itu bukan di Ketum, DPW, atau DPC, tetapi kita semua. PKB hadir itu bukan untuk dirinya, tetapi untuk Indonesia,” ucapnya.
Karena itu, seluruh pengurus diminta kembali ke daerah masing-masing dan memperkuat pendampingan kepada masyarakat.
“Ketum mengimbau supaya seluruh pengurus balik untuk lebih memihak pada kepentingan masyarakat. Jangan biarkan masyarakat berjuang sendiri. Tugas partai politik adalah memperjuangkan kepentingan masyarakat. PKB harus peka melihat problem-problem masyarakat sehingga kehadiran partai betul-betul dirasakan manfaatnya,” jelas Azhar.
Pelantikan pengurus DPC PKB se-Indonesia menjadi bagian dari puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB yang digelar di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat.
Sebanyak 19.675 pengurus DPC PKB se-Indonesia dilantik secara serentak.
Dari jumlah tersebut, 2.570 kader hadir secara langsung sebagai perwakilan, termasuk 24 Ketua DPC PKB kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Azhar menambahkan, modal politik PKB Sulsel saat ini cukup kuat.
Pada Pemilu 2024, PKB berhasil meningkatkan perolehan kursi DPRD kabupaten/kota dari 51 kursi pada Pemilu 2019 menjadi 69 kursi.
Di DPRD Sulsel, PKB juga meningkatkan perolehan suara dan tetap mempertahankan posisi sebagai salah satu unsur pimpinan dewan.
Meski demikian, Azhar menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat kader berpuas diri.
Seluruh DPC tetap dituntut bekerja maksimal karena hasil Pemilu 2029 akan menjadi tolok ukur utama dalam mengevaluasi kepemimpinan di tingkat kabupaten dan kota.
Comment