PHINISIMEDIA.COM, PINRANG — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pinrang selama dua hari berturut-turut mengakibatkan tanggul sepanjang sekitar 100 meter jebol di Dusun Patumbu, Desa Rajang, Kecamatan Lembang.
Akibat kejadian tersebut, lebih dari 100 hektare lahan sawah dan perkebunan jagung milik warga terancam terdampak dan berpotensi mengalami gagal panen.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Pinrang, A. Sinapati Rudy, turun langsung meninjau lokasi kejadian pada Jumat (2/1), didampingi Camat Lembangdan Kepala Desa Rajang.
Peninjauan dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat guna meminimalkan dampak kerugian yang dialami masyarakat, khususnya para petani.
Dalam keterangannya, A. Sinapati Rudy menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan penanganan sementara untuk mengendalikan aliran air agar tidak meluas dan merusak lahan pertanian warga.
Langkah tersebut dilakukan sembari menunggu hasil asesmen teknis sebagai dasar perbaikan tanggul secara permanen.
“Penanganan awal sangat penting agar aktivitas pertanian warga dapat diselamatkan. Kami ingin memastikan dampak yang dirasakan masyarakat bisa ditekan seminimal mungkin,” ujarnya.
Ia menambahkan, peninjauan bersama pihak terkait juga bertujuan untuk melihat langsung kondisi lapangan serta mengidentifikasi penyebab jebolnya tanggul akibat luapan air yang dipicu oleh curah hujan tinggi.
Upaya cepat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pinrang ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat serta melindungi lahan pertanian warga yang menjadi sumber utama penghidupan.
Selain itu, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Comment