Waspada El Nino! 184 Musibah Kebakaran Melanda Makassar hingga Agustus 2026

Screenshot

PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR – Puncak musim kemarau yang diperkuat fenomena El Nino memicu lonjakan kasus bencana di Kota Makassar.

Suhu udara ekstrem yang menyengat dan kondisi lingkungan yang mengering drastis membuat ancaman kebakaran kian mengintai wilayah pemukiman warga maupun lahan terbuka.

Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, tercatat sebanyak 184 kasus kebakaran telah melanda Kota Makassar sepanjang tahun 2026 hingga pertengahan Agustus ini.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Makassar, Andi Fadli Wellang, mengungkapkan bahwa meski kejadian sempat melandai pada semester pertama, jumlah peristiwa kebakaran melonjak tajam begitu memasuki awal semester kedua.

“Januari hingga semester pertama sebenarnya ada penurunan dibanding tahun lalu. Cuma mengalami peningkatan signifikan di awal semester dua ini, mulai bulan Juli cukup tinggi dan sampai pertengahan Agustus ini saja sudah ada 34 kejadian,” ujar Andi Fadli, Kamis (13/8/2026).

Cuaca Terik Buat Bangunan Rentan Tersulut Api

Menurut Andi Fadli, rentetan bencana kebakaran belakangan ini didominasi oleh kebakaran lahan kering, tumpukan sampah, serta arus pendek atau korsleting listrik di area pemukiman padat penduduk.

Suhu panas terik yang terpapar terus-menerus disinyalir menjadi pemicu utama yang membuat material bangunan terutama rumah semi-permanen menjadi sangat kering dan mudah terbakar.

“Panas ekstrem ini sangat mendukung terjadinya pemicu seperti korsleting listrik dan kompor rumah tangga. Rumah warga yang semi-permanen terpapar panas setiap hari, sehingga korsleting sekecil apa pun bisa langsung memicu percikan api yang menyebar cepat,” terangnya.

Selain masalah kelistrikan, faktor kelalaian manusia seperti pembakaran sampah sembarangan dan pembersihan lahan dengan cara dibakar juga menjadi pemicu maraknya kebakaran alang-alang di kawasan lahan kosong.

Pemetaan Zona Merah dan Imbauan Kewaspadaan

Mengantisipasi dampak yang lebih meluas, Damkarmat Makassar menetapkan sejumlah kawasan pemukiman padat dan area lahan kering sebagai zona merah rawan kebakaran.

Beberapa wilayah yang masuk dalam skala prioritas pengawasan meliputi

Wilayah Utara: Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, Tallo, dan Ujung Tanah.

Wilayah Timur: Kecamatan Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.

Wilayah Selatan: Titik-titik pemukiman padat penduduk di kawasan selatan Makassar.

Ganasnya ancaman kebakaran di zona merah terbukti saat musibah melanda kawasan pemukiman padat rumah panggung di Jalan Sultan Abdullah 2, Kelurahan Tallo, akhir Juli lalu. Peristiwa tersebut menghanguskan 50 unit rumah dan berdampak pada 307 jiwa.

Menghadapi puncak El Nino yang masih berlangsung, Damkarmat Makassar mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, rutin memeriksa kelaikan instalasi listrik rumah, serta tidak sekali-kali membakar sampah atau lahan kering di lingkungan sekitar.

Comment