PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR — Ketua Dewan Pembina Perempuan PGRI Kota Makassar, Melinda Aksa, resmi melantik dan mengukuhkan jajaran Pengurus Perempuan PGRI Kota Makassar masa bakti 2025–2030 pada kegiatan Konferensi Kerja Kota (Konkerkot) I PGRI Kota Makassar yang berlangsung di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan, Sabtu (23/5/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan peran perempuan pendidik dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Kota Makassar.
Kegiatan ini turut dihadiri Staf Ahli I Pemerintah Kota Makassar Achmad Namsum yang mewakili Wali Kota Makassar, Ketua PGRI Kota Makassar Prof. Hasnawi Haris, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, jajaran pengurus PGRI, hingga pengurus tingkat cabang.
Dalam kesempatan tersebut, Melinda menegaskan bahwa kepengurusan Perempuan PGRI bukan hanya sekadar struktur organisasi, melainkan wadah pengabdian dan penguatan kontribusi perempuan dalam dunia pendidikan.
Ia menilai perempuan guru memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pendidik di sekolah, tetapi juga sebagai penggerak pembentukan karakter generasi masa depan.
“Perempuan pendidik memiliki kekuatan besar dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan berkualitas. Karena itu, amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan komitmen,” ujarnya.
Pada prosesi pelantikan, Melinda juga meminta seluruh pengurus yang baru dikukuhkan untuk membacakan sekaligus menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen moral dalam menjalankan tugas organisasi.
Menurutnya, integritas menjadi fondasi penting dalam menghadirkan organisasi yang aktif, solid, dan mampu memberikan dampak nyata bagi para guru perempuan di Makassar.
“Ini bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi komitmen untuk bekerja dan mengabdi secara maksimal demi kemajuan perempuan pendidik dan dunia pendidikan di Kota Makassar,” tambahnya.
Ke depan, Pengurus Perempuan PGRI Kota Makassar akan fokus menjalankan program-program strategis melalui tiga bidang utama, yakni penguatan riset, pendidikan-sosial-budaya, serta pengembangan usaha dan pemberdayaan perempuan.
Melalui kepengurusan baru ini, diharapkan Perempuan PGRI Kota Makassar dapat menjadi ruang kolaborasi, pengembangan kapasitas, sekaligus penguatan solidaritas antarpendidik perempuan di Kota Makassar.
Pada kesempatan yang sama, turut dilantik Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI Kota Makassar sebagai bentuk dukungan terhadap perlindungan dan pendampingan hukum bagi para pendidik.
Comment