PHINISIMEDIA.COM, MAKASSAR — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, turut menghadiri Wisuda Santri Pondok Tahfidz Quran Ar-Rahman Angkatan VI Tahun 2026 yang berlangsung khidmat dan penuh haru di Horison Hotel, Sabtu (23/5/2026).
Kehadiran tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan para santri, orang tua, serta para pengajar dalam membina generasi penghafal Al-Qur’an di Kota Makassar.
Dalam suasana penuh kebanggaan, para santri menerima penghargaan atas capaian mereka dalam menghafal Al-Qur’an. Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni wisuda, tetapi juga momentum penting dalam meneguhkan peran pendidikan agama dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda menyampaikan bahwa generasi Qurani merupakan fondasi penting bagi masa depan Kota Makassar. Menurutnya, hadirnya anak-anak yang tumbuh dengan ilmu agama, akhlak yang baik, serta semangat belajar yang kuat menjadi harapan besar dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik di masa mendatang.
Ia juga mengapresiasi dedikasi para ustaz dan ustazah yang terus mendampingi para santri dalam proses pembelajaran dan pembinaan sehari-hari. Begitu pula kepada para orang tua yang dinilai memiliki peran besar dalam mendukung anak-anak mereka menempuh pendidikan tahfidz sejak usia dini.
“Wisuda ini bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal untuk terus menjaga hafalan, memperkuat adab, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, Melinda berharap para santri dapat terus menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Pemerintah Kota Makassar bersama TP PKK Kota Makassar, lanjutnya, akan terus mendukung lahirnya generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan religius sebagai bagian dari upaya membangun masa depan kota yang lebih baik.
Acara wisuda berlangsung dengan penuh kehangatan dan dihadiri para orang tua santri, tokoh agama, pengajar, serta tamu undangan lainnya. Momen tersebut juga menjadi bentuk syukur atas perjalanan para santri dalam menyelesaikan tahapan pendidikan tahfidz yang telah mereka jalani dengan penuh semangat dan ketekunan.
Comment